Distandun Aceh Akan Prioritas Benih Padi Lokal

From WikiName
Jump to navigation Jump to search

SariAgri - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh akan memprioritas varietas benih padi lokal. Saat ini pemerintah sedang mengurus legalitas sejumlah varietas lokal ke pusat perizinan yang berada di Kementerian Pertanian. 
Kepala UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Distanbun Aceh, sari Habiburrahman mengatakan, tujuan memiliki legalitias varietas benih lokal untuk meningkatkan nilai ekonomis dan memiliki nilai saing di pasar.
"Jadi di VVTV namanya, pusat perizinan varietas Kementerian Pertanian, di sana nanti akan dikeluarkan legalitas bahwa kepemilikan itu apakah di Provinsi Aceh atau di Pemerintah Kabupaten Kota yang ada di Aceh," kata Habiburrahman, Selasa (1/6). 
Menurutnya, sari penting legalitias dari kementerian agar semua benih menjadi bagian dari pelestarian plasmanova, dengan harapan ke depannya akan ada nilai ekonomis yang didapatkan oleh masing-masing kabupaten.
“Jangan selama ini selalu kita menggunakan varietas yang bukan dari tempat kita, tapi dari luar Aceh," ujarnya. 
Distanbun Aceh, sebutnya, pada 2021 ini semua varietas lokal dapat  dieksplorasi. Salah satu varietas yang sudah diangkat ialah varietas padi lokal yang berasal dari Aceh Barat Daya (Abdya), yakni padi Sigupai.
Selain itu, ada juga varietas Sanbi yang di Simeulue, kemudian ada Sikuneng di Bireuen, kemudian ada Cantik Manis, termasuk padi gogo yang ada di Aceh Timur.
Habiburrahman berharap, pemerintah kabupaten yang varietasnya sudah memiliki tanda daftar, bisa segera melakukan pengadaan melalui dana pemerintah. Tetapi, kata dia, varietasnya tidak boleh dikeluarkan terlebih dahulu dari kabupaten, karena masih tanda daftar kepemilikan, belum ada pelepasan. 
"Contoh hari ini itu sigupai, sebenarnya hari ini sudah bisa menggunakan uang dari negara, sari baik itu APBN atau APBA dan APBK untuk melakukan pembelian benihnya. Tapi dia tidak boleh mengeluarkan dari Kabupaten Aceh Barat Daya nya. Harus di tanam di Abdya dulu," kata Habiburrahman.
Video terkait: